Perang Dunia I, Tragedi Terbesar dalam Sejarah

Eropa adalah sebuah benua dengan berbagai eksperimen yang sangat menarik untuk dipelajari, salah satu eksperimen yang mungkin sangat berpengaruh adalah revolusi Prancis. Revolusi Prancis yang kemudian disusul dengan munculnya era Napoleon sangat mempengaruhi kebijakan dari para penguasa saat itu. Hal ini menyadarkan mereka, terjadinya revolusi akan menyebabkan efek berantai yang mengancam kedudukan dari berbagai penguasa termasuk dunia.

Kenangan tersebut memaksa para penguasa untuk semakin belajar memilih opsi diplomasi dan negosiasi dibandingkan dengan saling berperang. Demikian juga dengan para kaum bangsawan, sebagai para pelaksana mereka semakin belajar hanya melalui kepercayaan dan kesatuan para penguasa Eropa mampu mempertahankan kekuasaannya. Namun kehidupan yang penuh perubahan seringkali menguji kita dengan berbagai kasus baru yang semakin unik dan susah untuk dipecahkan.

Bagi para penguasa dan kaum bangsawan saat itu, perang dunia pertama mungkin merupakan ujian tersulit yang pernah mereka hadapi. Permasalahan ini sebenarnya bukan hal yang baru di Eropa, para penguasa terdahulu telah memikirkan dengan berbagai cara untuk mencegah konflik itu. Salah satunya seperti yang dilakukan ratu Victoria dari Inggris, ratu Vctoria mungkin boleh bangga dan tersenyum saat mengingat salah satu dari keturunannya telah berakhir menjadi pemimpin di berbagai negara Eropa.

Hal ini menjadikan abad ke 20 sebagai abad yang sangat unik, dimana untuk pertama kalinya Eropa dipimpin oleh para penguasa yang pada dasarnya masih bersaudara. Berdasarkan hal tersebut mungkin banyak dari kita yang merasa sudah sewajarnya jika Eropa mencapai masa paling aman dan makmur dibandingkan masa-masa sebelumnya. Namun sejarah bukanlah dongeng bukanlah novel yang sering berakhir dengan bahagia. Sejarah sering berakhir dengan tragis sehingga kita harus belajar untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut lagi.

Perang Dunia Pertama Sebagai Kisah Tragis dalam Sejarah

Perang dunia I mungkin merupakan suatu kisah yang sangat tragis didalam sejarah, suatu konflik yang seharusnya tidak mungkin terjadi namun akhirnya tetap terjadi. Perang ini dimulai ketika seorang pemuda Serbia memutuskan untuk menembak mati putra mahkota dari kekaisaran Austria Hungaria. Dalam perkembangannya baik Austria Hungari maupun Serbia berusaha untuk menyeret sekutu-sekutunya dalam urusan internal mereka.

Nicky dan Willy, dua saudara yang dahulu sering bermain bersama pada dasarnya juga berusaha mencegah terjadinya konflik yang tragis ini. Namun Rusia yang baru saja kalah dalam perang melawan Jepang tidak ingin kehilangan kehormatannya kembali dengan menolak sekutunya Serbia yang memiliki latar belakang etnis dan agama yang sama. Sedangkan Jerman yang merupakan negara terkuat di daratan Eropa juga enggan meninggalkan sekutunya Austria Hungaria sebagai korban kepada Rusia.

Melihat sekutunya Serbia semakin terancam, kekaisaran Rusia mulai menjalankan proses mobilisasinya. Jerman yang melihat langkah tersebut sebagai ancaman bagi sekutunya meminta agar Rusia membatalkannya. Namun Rusia bersi keras untuk menolaknya, Jermanpun menyatakan perang terhadap Rusia. Sejarah membuktikan bukan harta, tahta, maupun tanah yang mereka dapat, melainkan nasib menyedihkan yang sudah menunggu didepan pintu.

Siapa yang menyangka perang dunia pertama justru akan berakhir dengan kejatuhan dari 4 negara besar di Eropa yaitu kekaisaran Rusia, kesultanan Turki, kekaisaran Austria Hungaria dan kekaisaran Jerman tentunya. Para penguasa dari negara-negara ini harus rela kehilangan kekuasaannya, bahkan ada yang terbunuh karena revolusi. Dalam perang ini, semua pihak baik yang menang maupun yang kalah tidak ada yang mengira bahwa keputusan yang mereka ambil akan menyebabkan efek berantai dan kehancuran di Eropa yang selalu menyatakan dirinya selalu menyatakan dirinya sebagai benua yang paling beradab.

Sekalipun perang ini dimenangkan oleh kekuatan sekutu, namun tingginya jumlah korban baik jiwa maupun ekonomi seakan menyatakan, kesia-siaan kesia-siaan, segala sesuatu adalah sia-sia. Kisah tragis dari perang dunia pertama sudah seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk menggunakan kebebasan yang kita miliki tanpa membunuh kebebasan itu sendiri.